Selasa, 02 Oktober 2012
mentimun
Mentimun, timun, atau ketimun(Cucumis sativus L.; suku labu-labuan atau Cucurbitaceae) merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat
dimakan baik dalam kondisi segar ataupun diolah lebih lanjut. Selain untuk
bahan makanan, mentimun juga banyak digunakan sebagai bahan baku pada pada
industri kecantikan. Produksi mentimun di Indonesia masih sangat rendah padahal
potensinya masih bisa ditingkatkan. Dengan kemampuan adaptasi pada berbagai
iklim yag baik, tanaman ini mudah dibudidayakan. Daya serap pasar juga tidak
diragukan lagi, hal ini menjadikan peluang usaha untukbudidaya mentimun masih terbuka lebar.
Manfaat lain yang diperoleh dari buah mentimun
adalah, biji mentimun memiliki racun alkaloid jenis hipoxanti untuk mengobati
anak-anak yangmenderita cacingan. Selain
itudigunakan untuk mengobati penyakit
disentri. Kandungan yang terdapat pada mentimun antara lain 0.65% protein, 0.1%
lemak dan karbohidrat sebanyak 2.2%, kalsium, zat besi, magnesium, fosforus,
vitamin A, B1, B2, dan C. Berikut seluk beluk budidaya tanaman mentimun akan
kita bahas lebih lanjut.
I. SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
Adaptasi mentimun pada berbagai iklim cukup
tinggi, namun pertumbuhan optimum pada iklim kering. Cukup mendapat sinar
matahari, emperature (21,1 – 26,7)°C dan tidak banyak hujan. Ketinggian optimum
1.000 – 1.200 mdpl.
Media Tanam
Budidaya mentimun memerlukan tanah yang gembur,
banyak mengandung humus, tata air baik, tanah mudah meresapkan air, pH tanah
6-7.
II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
A. Pembibitan
a. Siapkan Natural GLIO dan campurkan dengan
pupuk kandang matang, diamkan 1 minggu.
b. Siapkan tanah halus dan pukan dapat diganti
SUPERNASA / POC NASA yang telah dicampur Natural GLIO (tanah : pukan = 7:3) dan
masukkan polybag.
c. Rendam benih dalam larutan POC NASA dan air
hangat (2cc/l) selama 30 menit.
d. Peram selama 12 jam. Setiap benih yang
berkecambah dipindahkan ke polibag sedalam 0,5-1 cm.
e. Polybag dinaungi plastik bening dan bibit
disiram dua kali sehari.
f. Semprotkan POC NASA (2cc/l air) pada 7 hss.
g. Setelah berumur 12 hari atau berdaun 3-4
helai, bibit dipindahkan ke kebun.
B. Pengolahan Media Tanam
Sebelum budidaya mentimun ini dilakukan , perlu
dipersiapakan media tanam yang baik agar hasil panen maksimal.
a. Bersihkan lahan dari gulma, rumput, pohon yang
tidak diperlukan.
b. Berikan kalsit/dolomit (pH tanah <6>3.3.
Penanaman
· Siram bibit dalam polibag dengan air
· Keluarkan bibit bersama medianya dari polibag.
· Tanamkan bibit di lubang tanam dan padatkan
tanah di sekitar batang.
C. Pemeliharaan Tanaman
· Tanaman yang rusak atau mati dicabut dan segera
disulam dengan tanaman yang baik.
· Bersihkan gulma (bisa bersama waktu pemupukan).
· Pasang ajir pada 5 hst ( hari setelah tanam )
untuk merambatkan tanaman.
· Daun yang terlalu lebat dipangkas, dilakukan 3
minggu setelah tanam pada pagi atau sore hari.
· Pengairan dan Penyiraman rutin dilakukan setiap
pagi dan sore hari dengan cara di siram atau menggenangi lahan selama 15-30
menit. -Selanjutnya pengairan hanya dilakukan jika diperlukan dan diintensifkan
kembali pada masa pembungaan dan pembuahan.
D. Pemupukan:
Jenis pupuk yang umum digunakan dalam budidata
tanaman timun adalah ; pupuk kandang, TSP, Urea dan KCL
Disemprotkan ke daun :
· Alternatif 1: 8 kali ( interval 1 minggu
sekali) dgn dosis 3 – 4 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki
· Alternatif 2: 4 kali (interval 2 minggu sekali
) dgn dosis 6 – 8 tutup POC NASA + 1 tutup Hormonik per tangki
III. Hama dan Penyakit
1. Hama
Jenis hama yang perlu diwaspadai pada budidaya
mentimun antara lain :
a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya
(Aulocophora similis Oliver).
Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning
polos.
Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga
daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya.
Pengendalian : Natural BVR atau PESTONA.
b. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon)
Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman
terutama yang masih muda.
Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher
akar.
c. Lalat buah (Dacus cucurbitae
Coq.)
Lalat dewasa berukuran 1-2 mm. Lalat menyerang
mentimun muda untuk bertelur
Gejala: memakan daging buah sehingga buah
abnormal dan membusuk.
Pengendalian : Natural
METILAT.
d. Kutu daun (Aphis gossypii Clover)
Kutu berukuran 1-2 mm,
berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam.
Gejala: menyerang pucuk
tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga
penyebar virus.
Pengendalian : Natural
BVR atau PESTONA
2. Penyakit
Kendala budidaya mentimun
antara lain serangan penyakit, berikut beberapa jenis penyakit yang biasa
menyerang tanaman mentimun :
a. Busuk daun (Downy mildew)
Penyebab :
Pseudoperonospora cubensis Berk et Curt. Menginfeksi kulit daun pada kelembaban
udara tinggi, temperatur 16 – 22°C dan berembun atau berkabut.
Gejala : daun berbercak
kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk.
Pengendalian : Pemberian
Natural GLIO sebelum tanam.
b. Penyakit tepung (Powdery mildew )
Penyebab : Erysiphe
cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban
tinggi.
Gejala : permukaan daun
dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan
mengering.
Pengendalian : Pemberian
Natural GLIO sebelum tanam.
c. Antraknose
Penyebab : cendawan
Colletotrichum lagenarium Pass.
Gejala: bercak-bercak
coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan
daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah. Bila udara
lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu.
Pengendalian : Pemberian
Natural GLIO sebelum tanam.
d. Bercak daun bersudut
Penyebab : cendawan
Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan.
Gejala : daun berbercak
kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak
berubah menjadi coklat muda kelabu, mengering dan berlubang.
Pengendalian : Pemberian
Natural GLIO sebelum tanam.
e. Virus
Penyebab : Cucumber
Mosaic Virus, CMV, Potato virus mosaic, PVM; Tobacco Etch Virus, TEV; otato
Bushy Stunt Virus (TBSV); Serangga vektor adalah kutu daun Myzus persicae Sulz
dan Aphis gossypii Glov.
Gejala : daun menjadi
belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman
kerdil.
Pengendalian: dengan
mengendalikan serangga vektor dengan Natural BVR atau PESTONA, mengurangi
kerusakan mekanis, mencabut tanaman sakit dan rotasi dengan famili bukan
Cucurbitaceae.
f. Kudis (Scab)
Penyebab : cendawan
Cladosporium cucumerinum Ell.et Arth. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala :
ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti
karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus.
Pengendalian : Pemberian
Natural GLIO sebelum tanam.
g. Busuk buah
Penyebab : cendawan
(1) Phytium
aphinadermatum (Edson) Fizt.;
(2) Phytopthora sp.,
Fusarium sp.;
(3) Rhizophus sp.,
(4) Erwinia carotovora
pv. Carotovora.
Infeksi terjadi di kebun
atau di tempat penyimpanan.
Gejala :
(1) Phytium
aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah;
(2) Phytopthora: bercak
agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut;
(3) Rhizophus: bercak
agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah;
(4) Erwinia carotovora:
buah membusuk, hancur dan berbau busuk.
Pengendalian: dengan
menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan
dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 – 7 derajat C. Dan pemberian Natural
GLIO sebelum tanam.
IV. Panen
1. Ciri dan Umur Panen
Buah mentimun muda lokal
untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik 2-3 bulan setelah tanam,
mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah
matang.
2. Cara Panen
Buah dipanen di pagi hari
sebelum jam 9.00 dengan cara memotong tangkai buah dengan pisau tajam.
3. Periode Panen
Mentimun sayur dipanen 5
– 10 hari sekali tergantung dari varitas dan ukuran/umur buah yang dikehendaki.
Agar kualitas hasil panen
dari budidaya mentimun ini tetap terjaga, perlu dilakukan penanganan pascapanen
dengan baik. Diantaranya penyortiran buah mentimun berdasarkan kualitas serta
ukuran serta pengepakan/pengemasan yang baik. Selanjutnya buah mentimun siap dipasarkan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar