Selasa, 02 Oktober 2012

KOMUNIKASI



PENGERTIAN DAN MODEL KOMUNIKASI
PENGERTIAN
            Komunikasi merupakan proses pengiriman informasi dari satu pihak k epihak lain. Jika apa yang dimaksudkan oleh pengirim informasi dapat ditangkap seppenuhnya maka kom,unikasi dikatakan merupakan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif bukan merupakan pekerjaan yang mudah.
            Definisi komunikasi melibatkan 3 hal: 1) komunikasi melibatkan orang. Orang mencoba komunikasi dengan orang lain. Karena itu pemahaman terhadap orang (manusia) menjadi penting untuk mempelajari komunikasi yang efektif. 2) komunikasi melibatkan arti informasi yang sama(shared meaning) antra pengirim dan penerima. 3) komunikasi melibatkan simbol-simbol yang dipakai untuk menyampaikan suatu maksud. Simbol tersebut dapat berupa kata-kata, gerakan tubuh, huruf, atau gerakan-gerakan tertentu.

MODEL KOMUNIKASI
Proses komunikasi yang paling sederhana dapat digambarkan sbb:
Pengirim à pesan à penerima
            Pengirim mengirimkan pesan kepada peneriima, dan penerima menerima pesan tersebut. Jika tidak ada penerima, maka tidak ada proses komunikasi. Jika tidak ada pesan yang disampaikan , maka tidak akan ada proseskomunikasi. Tentu saja model tersebut merupakan proses yang sederhana karena model tersebut mengansumsikan latar belakang yang sama antar pengirim dengan penerima.




PENGIRIM (Sender)
            Pengirim merupakan sumber peasn, atau pihak yang memulai komunikasi. Pihak tersebut merupakan orang yang mempunyai informasi atau  keinginan untuk menginformasikan keinginannya kepada pihak lain. Dalam organisasi , manajer mempunyai informasi, misal tujuan organisasi, dan ingin menyampaikan informasi.

ENCONDING
            Merupakan proses penterjemahan infornmasi ke dalam simbol-simbol tertentu yang akan disampaikan ke penerima informasi. Dalam komunikasi lisan sehari-hari , encoding dapat dilakukan cara relatif otomatis.
            Dengan demikian encoding menerjemahkan informasi ke dalam simbol-simbol yang akan dipahami bersama oleh pengirim pesan dengan penerima. Jika pengirim dan penerima mempunyai pemahaman yang berbeda terhadap simbol tertentu, kominikasi tidak akan efektif.

PESAN
            Merupakan bentuk fisik hasil dari proses encodinng. Kata merupakan pesan dalam komunikasi. Dalam komunikasi tertulis , kita menggunakaan ulisan. Serimgkali pesan juga disampaikan dengan gerakan tubuh, raut awajah , atau cara berbicara.

MEDIA KOMUNIKASI
            Merupakan metode penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lainnya. Melakukan komunikasi lisan , maka udara merupakan media komunikasi. Jika melakukan komunikasi tulis, maka kertas dan pensil merupakan media komunikasi kita. Jika kita melakukan komunsikai denagn telepon, maka telepon adalah media komunikasi.
            Seacara umum ada dua bentuk media komunikasi: 1) lisan dan 2) tertulis. Pilihan metode mana yang akan digunakan tergantung pada pesan yang akan disampaikan.

           
Jiak manjer ingin menyampaikan informasi yang kompleks, misal spesifikasi komputer, maka yang lebih tepat komunikasi tertulis. Jika manajer ingin memperoleh jawaban yang cepat maka komunikasi lisan lebih tepat dilakukan, tetapi jika akurasi ingin ditekankan , maka komunikasi tertulis lebih tepat.

PENERIMA
            Merupakan pihak yang menrima dan diharapkan mengerti pesan yang disampaikan oleh pengirim. Penerima dapat terdiri dari beberapa orang, seperti kalau manajer mengirimkan memo ke beberapa karyawan sekaligus. Jika pengirim pesan ingin membuat komunikasi yang efektif, pemerima merupakan faktor penting yang harus dipertimbangkan.













3.         MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
            Meningkatkan efektifitas komunikasi dilakukan dengan menghapuskan atau meminimalkan halangan-halangan komunikasi seperti:

3.1       Karakteristik Pengirim
            Kredibilitas perlu ditingkatkan jika manajer ingin menyebarkan informasi mengenai organisasi, pesan dikirim secara tertulis diseertai dengan cap resmi. Untuk mempromosikan produk obat-obatan, manajer menggunakan figur dokter karena dokter mempunyai kredibilitas yang lenih baik dalam hal obat-obatan.

3.2       Karakteristik Penerima
            Seringkali penerima mempunyai kebiasaan buruk dalam hal mendengar kan orang lain. Mereka tidak mau mendengarkan dengan serius, atau mendengarkan sambil mengerjakan pekerjaan lain, atau sambil membaca. Karena mereka tidak dapat mengungkap hal penting dalam proses komunikasi.

3.3       Hubungan antar Pengirim dengan penerima
            Perbedaan bahasa atau istilah yang digunakan dalam komunikasi perlu dihilangkan atau dikurangi. Kata-kata yang terlalutektis perlu diterjemahkan ke dalamkata yang lebih populer. Pengirim dapat meminta umpan balik yang cepat untuk memastikan apakah ada pertanyaan atau suatu hal yang kurang jelas.

3.4       Faktor Lingkungan
            Gangguan langsung dihilangkan apabila memungkinkan. Apabila suara mesin mengganggu komunikasi antar manajer dengan karyawan, komunikasi dilakukan diruang yang lebih sepi. Apabila tidak memungkinkan , manajer harus memperjelas pesan atau memperkeras suaranya.
4.    KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
            Komunikasi dalam organisasi dapat mengambil bentuk lisan maupun tulisan, dan juga dapat dilakukan dengan cara vertikal maupun horizontal.

4.1    Komunikasi ke atas, ke bawah, dan gabungan.
            Komunikasi vertikal merupakan bagian penting dalam suatu organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara atasan-bawahan atau sebaliknya mencakup sekitar  2/3 komunikasi yang ada dalam organisasi. Komunikasi ke atas terjadi apabila bawahan memberi pesan/informasi kepada bawahan. Biasabya yabg terjadi adalah komunikasi dua arah (bawahan-atasan dan atasan-bawahan), atau merupakan komunikasi gabungan antar ke atas dan ke bawah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar